Awas Ledakan Covid19 ke 3

Covid-19 RI memang tengah melandai. Senin (18/10/2021), RI hanya mencatat 625 kasus tambahan baru. Saat ini kasus aktif corona pun tercatat 17.374. Angka ini turun signifikan dibanding ketika gelombang II menyerang di Juli 2021. Meski demikian pemerintah meminta warga tetap waspada akan ancaman gelombang ketiga Covid-19. Apalagi masyarakat kerap abai akan protokol kesehatan di sejumlah kegiatan seperti pernikahan dan wisata.

"Kami imbau seluruh masyarakat patuh. tegas Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers kemarin.

Awas Gelombang 3 Covid RI, Inggris hingga Rusia Sudah Meledak

Lonjakan kasus juga terjadi di Turki. Awal pekan lalu, kasus baru bahkan tercatat rekor, tertinggi sejak 30 April, sebanyak 33.860.

Selama sepekan terakhir, rata-rata ada 30.000 kasus baru. Senin (18/10/2021) kasus baru tercatat 29.240.

Kenaikan ini di luar prediksi. Mengingat angka vaksinasi lengkap di negara Presiden Recep Tayyep Erdogan itu yang telah mencapai 54% penduduk.Turki sendiri saat ini memiliki 7.683.517 kasus Covid-19 sejak pandemic terjadi dengan 67.837 kematian. Mengutip Worldometers, Turki saat ini menjadi negara ke-6 kasus Covid terbanyak di dunia sejak virus muncul di Wuhan China di 2019. 

Kasus Covid-19 harian Inggris kembali 'meledak'. Negeri itu mencatat 49.156 kasus baru, tertinggi sejak pertengahan Juli 2021, Senin (18/10/2021)

Angka ini naik dari Minggu, 44.989. Ini menjadikan total kasus Covid-19 Inggris menjadi 8.497.868 sejak pandemi masuk ke negeri itu 2020. 

Kemarin, angka kematian tercatat bertambah 45 kasus. Ini menjadikan total warga yang meninggal karena Covid-19 sejak pandemi terjadi menjadi 138.629.

Berdasarkan data Our World in Data, 14 Oktober, Inggris memang sudah menyuntik satu dosis vaksin ke 73,8% populasi dan dua dosis ke 67,5% warga. Namun cakupan vaksin anak dan remaja masih tiga kali lebih rendah, dibanding Skotlandia.

Ini jadi tantangan bagi negara itu menjelang musim dingin yang trennya membuat kasus flu melonjak. Para ahli khawatir Covid-19 juga akan semakin naik, membebani rumah sakit dan menaikkan angka kematian.

Sementara itu, mengutip Johns Hopkins, beban kasus Inggris lebih tinggi menurut standar global. Di mana Inggris memiliki 589,68 insiden kasus baru per juta, dua kali lipat AS dan lima kali lipat Jerman.

Sejak Juli lalu, pemerintah Inggris memang resmi mencabut pembatasan pandemi virus corona. Seluruh aturan social distancing dihapus, meski ini memicu kecaman para ilmuwan dan partai oposisi karena dianggap berbahaya.

Selain itu, kelab-kelab malam pun dibuka kembali dan semua tempat acara indoor bisa beroperasi kembali dalam kapasitas penuh. Setelah pembatasan dicabut, aturan wajib masker dan bekerja dari rumah (WFH) juga dihapus.

Terbaru, Mantan komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Scott Gottlieb menyerukan penelitian mendesak tentang mutasi varian Delta Plus di Inggris. Ini dikatakannya seiring kenaikan kasus Covid-19 harian Inggris saat ini.

"Kami membutuhkan penelitian mendesak untuk mengetahui apakah Delta Plus ini lebih menular, memiliki penghindaran kekebalan parsial," kata Dr Gottlieb dalam tweet pada dikutip Straits Times.

Oleh karena itu tetap patuhi Prokes. Keep Fight

Dari berbagai sumber...